Tanggal 6 November 2011 merupakan hari yang diagungkan oleh umat islam, karena pada tanggal tersebut bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1432 H. Ummat Islam di dunia bersuka cita dalam suasana Idul Adha. Hari Raya IdulAdha sering disebut juga sebagai Hari Raya Idul Qurban karena pada tanggal 10-13 Dzulhijjah umat muslim diperintahkan untuk menunaikan ibadah Qurban
Dalam rangka pelayanan umat dalam pelaksanaan ibadah Quban, Dhompet Dhuafa menyelenggarakan program THK, Tebar Hewan Kurban. Program ini merupakan agenda tahunan yang diselenggrakan oleh Dompet Dhuafa. Tujuan utamanya adalah memfalisitasi para Muqarib, yang akan melaksanakan ibadah Qurban, dan melakukan penyaluran daging Qurban bagi kaum duhafa di seluruh Indonesia.
Saya beserta rekan saya (kang Asep Nanang) berkesempatan untuk berkontribusi dalam program tersebut. Kami tegabung dalam tim monitoring qurban yang bertugas memastikan bahwa hewan qurban sudah berada di lokasi yang ditentukan dan disembelih sesuai dengan prosedur. Pendataan dan dokumentasi penting kami lakukan sebagai bukti kepada para Muqarrib bahwa Qurban telah ditunaikan dan disampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pendistribusian hewan qurban untuk daerah Jawa Barat dikelola oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat. Kami mendapatkan amanah untuk melakukan monitoring penyembeliahan qurban di enam tititk di Cianjur, yakni tersebar di daerah Cilaku, Ciranjang, dan Sukaluyu. Saya dan Kang Asep dibantu oleh seorang relawan dari Cianjur yaitu Kang Dede Badri.
Perjalanan monitoring dimulai saat malam takbiran tanggal 6 Novenmber 2011 pukul 20.00 WIB, bertolak dari kantor Dompet Dhuafa Jawa Barat di Pasir Kaliki menuju Cianjur mengendarai sepeda motor. Dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai di Cianjur. Pukul 22.00 WIB kami tiba di mesjid Ciranjang dan bertemu dengan Kang Dedi untuk berbagi tugas, selepas itu kami pun beristirahat.
Esoknya setelah menunaikan shalat Idul Adha kami berangkat menuju lokasi-lokasi yang ditentukan dangan harapan mitra penyembelihan Idul Adha tidak menunggu terlalu lama. Dimulai di Cilaku kemudian Ciranjang lalu Sukaluyu. Dan inilah para finalis yang lolos audisi
Jumlah kambing yang disembelih adalah lima ekor untuk setiap titik penyembelihan, sehingga untuk enam titik tempat yang kami kunjungi ada 30 ekor kambing.
Saat saat dieksekusi
proses berikutnya…
Semua bagian dari hewan Quban diolah dan dimanfaatkan
bahkan kulit dan tulang…
Di sela kesibukan, sebagian warga membakar daginnya…
dan inilah hikmah Idul Qurban…
Walau begitu, jangan sampe kekenyangan kaya gini…
Tapi itulah sukacitanya menjadi relawan, meski halangan dan rintangan menanti tetap kami hadapi… seperti…..
Ban bocor tiba-tiba… harus didorong sepanjang jalan tanpa tujuan yang jelas.
Unlucky… kami lupa bahwa di hari raya Idul Adha tak hanya pegawai negeri yang libur, Tukang tambal ban pun semua libur! Hingga akhirnya perjalanan dilanjutkan dengan terus mendorong. Setelah jauh melangkah, tak kuat pengen istirahat
(hikmah : jangan sampai ban anda bocor di hari libur)
Tapi pertolongan Allah selalu ada….
Apapun yang terjadi kami tetap menikmati setiap langkah kesulitan untuk memudahkan, karena kemudahan akan selalu menyertiai setiap kesulitan, percayalah! ^^
terlebih karena kami adalah …
by :
Saeful Akhyar, 6 November 2011




























